Mengikuti trend produk kuliner dari tumbuhan di sekitar kita sungguh menarik bahkan menakjubkan, sebagai contoh produk jamur tiram dengan nama latin Pleurotus ostreatus, yang selama hanya merupakan tumbuhan liar kebun  ternyata dapat dibudidaya dan menghasilkan jutaan rupiah. Seperti yang disampaikan oleh Toto (45 tahun) dimuat Republika  online , adalah seorang budidaya jamur tiram di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, dimana dalam satu hari mampu menghasilkan 30 juta karena telah memiliki 30 kelompok tani yang rata-rata menghasilkan 1 juta.

Produk kuliner jamur tiram sekarang yang ada di masyrakat banyak variasinya, kalo kita seing menjumpai di Mall atau pertokoan dalam bentuk crispy yang enak dan gurih, tetapi sebenarnya banyak variasi kuliner berbahan tiram seperti sup jamur tiram, bakso jamur tiram, tumis jamur tiram, oraik-arik jamur tiram dan produk lain banyak banyak lagi. Pokoknya jamur tiram adalah menu alternatif berbahan daging.

Melihat fenomena itu, Koperasi Karyawan Ubaya bekerjasama dengan Fakultas Teknobiologi mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Budidaya Jamur Tiram dan Prospek Bisnisnya untuk kepada anggota Kopkar Ubaya, pada tanggal 14 Oktober 2016. Tujuan dari pelatihan ini sebagaimana komitmen koperasi karyawan Ubaya ingin membantu mewujudkan peningkatan ekonomi keluarga. Ayo anggota Kopkar Ubaya segera bergabung…..

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN JAMUR TIRAM & PROSPEK BISNISNYA